Nama:Farizh Harsya Fadhillah
NIM:41324010033
(AE 30)
Tugas Mandiri 12
Pendahuluan
Perkembangan kewirausahaan modern menunjukkan bahwa keberhasilan usaha tidak lagi hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan. Dalam konteks bidang teknik, teknologi memiliki peran strategis sebagai solusi atas berbagai permasalahan struktural di masyarakat.
Sektor perikanan budidaya di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, seperti rendahnya efisiensi produksi, tingginya biaya pakan, serta keterbatasan akses teknologi bagi pembudidaya skala kecil. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pelaku usaha, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan perairan.
Usaha sosial eFishery dipilih sebagai studi kasus karena mampu mengintegrasikan rekayasa teknologi, sistem digital, dan model bisnis berkelanjutan, sehingga relevan dengan disiplin ilmu teknik sekaligus kewirausahaan sosial.
Profil Usaha Sosial
Nama Usaha dan Tahun Didirikan
eFishery didirikan pada tahun 2013 di Bandung, Indonesia.
Masalah yang Diatasi
Masalah utama yang dihadapi pembudidaya ikan dan udang meliputi:
-
Pemborosan pakan akibat metode pemberian manual
-
Biaya operasional yang tinggi
-
Produktivitas rendah akibat kurangnya data dan kontrol sistem
-
Kesenjangan akses teknologi bagi pembudidaya kecil
Masalah tersebut berdampak langsung pada pendapatan pembudidaya serta kualitas lingkungan perairan.
Model Bisnis Inti
eFishery mengembangkan alat pemberi pakan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang bekerja menyesuaikan perilaku makan ikan.
Pendapatan perusahaan diperoleh melalui:
-
Penjualan dan penyewaan perangkat teknologi
-
Layanan ekosistem digital perikanan
-
Integrasi data dan rantai pasok hasil budidaya
Model ini mencerminkan penerapan prinsip teknik seperti sistem kontrol otomatis, sensor, dan analisis data dalam kegiatan usaha.
Target Penerima Manfaat
-
Pembudidaya ikan dan udang skala kecil hingga menengah
-
Lingkungan perairan melalui pengurangan limbah pakan
-
Rantai pasok pangan berbasis perikanan
Analisis Faktor Kunci Keberhasilan
A. Faktor Inovasi Bisnis (Profit / Keuntungan)
-
Produk Berbasis Solusi Rekayasa
Teknologi eFishery dirancang untuk menyelesaikan permasalahan teknis spesifik di lapangan, sehingga memiliki nilai guna yang jelas bagi pengguna. -
Efisiensi Operasional Tinggi
Otomatisasi pemberian pakan membantu meningkatkan efisiensi penggunaan pakan dan menekan biaya produksi, sehingga produk layak secara komersial. -
Model Ekosistem Bisnis Terintegrasi
Perusahaan tidak hanya menjual perangkat, tetapi membangun platform digital yang terhubung dengan layanan pendukung, sehingga meningkatkan keberlanjutan bisnis.
B. Faktor Inovasi Dampak (People & Planet)
-
Dampak Sosial yang Terintegrasi dalam Bisnis
Peningkatan produktivitas dan pendapatan pembudidaya merupakan hasil langsung dari penggunaan teknologi, bukan sekadar program sosial tambahan. -
Kontribusi terhadap Keberlanjutan Lingkungan
Pengurangan pakan berlebih membantu menekan pencemaran air, sehingga mendukung prinsip teknik lingkungan yang berkelanjutan.
C. Faktor Kepemimpinan dan Tata Kelola (Governance)
-
Visi Kepemimpinan Berbasis Teknologi
Pendekatan pendiri dan manajemen berfokus pada pemecahan masalah nyata melalui inovasi teknologi yang aplikatif. -
Budaya Organisasi Berbasis Data dan Inovasi
Pengembangan produk dan pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan data lapangan, selaras dengan prinsip continuous improvement dalam bidang teknik.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Studi kasus eFishery menunjukkan bahwa penerapan ilmu teknik dalam kewirausahaan sosial mampu menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan finansial dan dampak sosial. Teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat produksi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat.
Pelajaran utama yang dapat diambil adalah pentingnya merancang solusi teknik yang:
-
Berbasis kebutuhan nyata pengguna
-
Memiliki nilai ekonomi yang jelas
-
Memberikan dampak sosial dan lingkungan secara langsung
Model bisnis eFishery memiliki potensi skalabilitas yang tinggi dan dapat direplikasi pada sektor lain seperti pertanian cerdas dan peternakan berbasis teknologi, dengan menyesuaikan kondisi lokal dan kesiapan infrastruktur.