Nama:Farizh Harsya Fadhillah
NIM:41324010033
(AE 30)
Tugas Terstruktur 12
Identifikasi Masalah dan Peluang
Salah satu permasalahan lingkungan yang semakin mendesak adalah peningkatan limbah plastik sekali pakai, terutama botol plastik dan kemasan rumah tangga berbahan PET. Limbah ini sulit terurai secara alami dan sering berakhir di tempat pembuangan akhir atau mencemari perairan.
Dampak dari permasalahan ini dirasakan oleh berbagai pihak, antara lain masyarakat di sekitar tempat pembuangan sampah, pemerintah daerah yang menanggung biaya pengelolaan tinggi, serta lingkungan hidup yang mengalami degradasi kualitas. Permasalahan ini menjadi penting karena volume limbah plastik terus meningkat, sementara teknologi pengolahan yang efisien dan terjangkau masih terbatas.
Dari sisi peluang, kondisi tersebut membuka kebutuhan akan solusi teknis berbasis rekayasa yang mampu mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi, khususnya pada skala komunitas dan UMKM.
Pengembangan Ide Solusi Berkelanjutan
Berdasarkan permasalahan tersebut, dikembangkan beberapa ide usaha sosial berbasis teknik, yaitu:
-
EcoPress Brick
Usaha sosial yang memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan baku pembuatan paving block melalui proses pencetakan dan pemadatan berbasis teknologi sederhana. -
Smart Waste Shredder
Pengembangan mesin pencacah plastik hemat energi yang dirancang khusus untuk kebutuhan komunitas pengelola sampah. -
PlasCycle Hub
Sistem daur ulang terintegrasi berbasis teknologi digital untuk memantau alur limbah dan hasil produksi.
Dari ketiga ide tersebut, EcoPress Brick dipilih sebagai ide paling layak karena memiliki dampak lingkungan langsung, teknologi yang aplikatif, serta potensi pasar yang jelas di sektor konstruksi.
Tahap II: Perumusan Model Bisnis dan Keberlanjutan
Business Model Canvas (BMC)
Integrasi Indikator Keberlanjutan
Dampak Lingkungan (Planet)
Usaha ini mampu mengurangi ratusan kilogram limbah plastik setiap bulan dan menggantikan sebagian material konstruksi konvensional dengan bahan daur ulang.
Dampak Sosial (People)
EcoPress Brick membuka lapangan kerja lokal, memberikan pelatihan teknis, serta memberdayakan komunitas pengelola sampah.
Dampak Ekonomi (Profit dan Governance)
Sebagian keuntungan dialokasikan kembali untuk program edukasi lingkungan, dengan sistem pengelolaan usaha yang transparan dan berbasis komunitas.
Tahap III: Analisis Kelayakan dan Rencana Aksi
Analisis Pasar dan Kompetitor
Permintaan terhadap material konstruksi ramah lingkungan menunjukkan tren meningkat seiring penerapan konsep pembangunan berkelanjutan. Kompetitor utama berasal dari paving block konvensional dan produk daur ulang impor. Keunggulan EcoPress Brick terletak pada harga yang lebih terjangkau, produksi lokal, serta nilai keberlanjutan yang tinggi.
Proyeksi Keuangan Sederhana
Biaya awal meliputi pembuatan mesin dan peralatan produksi serta biaya operasional awal. Produk dipasarkan dengan harga kompetitif, dengan estimasi titik impas dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu tahun pada kondisi produksi stabil.
Rencana Implementasi Awal
Dalam 3–6 bulan pertama, kegiatan difokuskan pada pembuatan prototipe, uji coba produksi, kerja sama dengan bank sampah, serta pemasaran awal. Dampak sosial dan lingkungan diukur melalui volume limbah yang diolah, jumlah produk terjual, dan keterlibatan tenaga kerja lokal.
Penutup
Perencanaan ide usaha sosial EcoPress Brick menunjukkan bahwa bidang teknik memiliki peran strategis dalam menciptakan solusi berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan inovasi rekayasa, prinsip ekonomi sirkular, dan dampak sosial, usaha ini berpotensi menjadi model bisnis yang tidak hanya layak secara ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.